Entri Populer

Jumat, 29 Juli 2011

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER





1.      Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna. Sebutkan dan jelaskan.
          
           -. Proses identifikasi morfem
           -. Pengertian alomorf dan morf
           -. Pengertian morfem dasar, bentuk dasar, pangkal, akar dan leksem.
           -. Morfem afiks
2.      jelaskan morfologi yang meliputi.
                      
           -. Bentuk dasar
           -. Pembentukan kata
           -. Hasil proses pembentukan
           -. Makna gramatikal
           -. Tahap pembentukan, bentuk inflektif dan derivative

3.      jelaskan apa yang dimaksud dengan produktivitas proses morfologi.
4.      jelaskan jenis perubahan fonem berkenaan dengan proses morfologi.






JAWAB


 1. a. Proses Identifikasi Morfem

                        Untuk menetapkan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan diperlukan proses untuk mengetahuinya, yaitu dengan didasarkan pada criteria bentuk dan makna,. Berikut pedoman untuk menentukan morfem dan bukan morfem itu.

1.      dua bentuk yang sama memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem. Contohnya. Kata bulan ada tiga kalimat di bawah ini

·         Bulan depan dia akan menikah.
·         Sudah tiga bulan dia belum bayar uang SPP.
·         Bulan November lamanya 30 hari
2.      dua bentuk yang sama bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua  morfem yang  berbeda. Misalnya pada kata bunga dalam kedua kalimat berikut.

·         Bank Indonesia memiliki bunga lima persen per tahun.
·         Dia datang membawa seikat bunga.


3.      dua buah bentuk yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama, adalah sebuah morfem dua morfem yang berbeda. Umpanya, kata ayah dank at bapak pada dua kalimat dibawah ini.

·         Ayah pergi ke Medan
·         Bapak baru pulang dari Medan.


4.      bentuk yang mirip ( berbeda sedikit ) tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama, asal perbedaan bentuk Itu data dijelaskan secara fonologis. Umpamanya bentuk-bentuk me-, mem-, meny-, dan menge-, pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama.

·         Melihat
·         Membina
·         Mendengar
·         Menyusul
·         Mengambil
·         Mengecat
5.      bentuk yang lama muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfenm. Umpamanya bentuk renta pda kontruksi tua renta, dan bentuk kuyup pad kontruksi basah kuyup adalah juga morfen. Contoh lain, bentuk bugar pada segar bugar, dan bentuk mersik pada kering mersik.

6.      bentuk yang muncul berulang- ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yng sama adalah juga merupakan morfem yang samamisalnya bentuk baca pada kata-kata berikut adalh sebuah morfem yang sama.

·         Membaca
·         Pembaca
·         Pembacaan
·         Bacaan
·         Terbaca
·         Keterbacaan

7.      bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar[klausa, kalimat] apabila maknanya berbeda secara polisemi adalah juga merupakan morfem yang sama. Upamannya kata kepala pada kalimat-kalimat berikut memiliki makna yang berbeda secara polisemi, tetapi merupakan morfem yang sama.

·         Ibunya menjadi kepala sekolah di sana.
·         Nomor teleponya tertera kepada kepala surat itu.
·         Kepala jarum itu terbuat dari plastik.
·         Setiap kepala mendapat bantuan sepuluh ribu rupiah.
·         Tubuhnya memang besar tetapi sayang kepalanya kosong.


  B. Alomorf dan Morf
           
            morf sebenarnya merupakan barang abstrak karena ada dalam konsep. Sedangkan yang konkret, yang ada dalam pertuturan adalah alomorf, yang tidak lain dari realisasi ari morfem itu. Jadi sebagai realisasi dari morfem itu, alomorf ini bersifat nyata/ada. Umpamanya morfem kuda {kuda} derealisasikan dalam bentuk sufiks –kan seperti terdapat pada meluruskan atau membacakan.

  C. I. Morfem dasar
           
            morfem dasar biasanya digunakan sebagao dikotomi dengan morfem afiks. Jadi bentuk-bentuk seperti {beli}, {juang} dan kucing adalah morfem dasar.

      I,i. Bentuk dasar
                       
                        bentuk dasar biasa digunakan untuk sebuah bentuk yang menjadi dasar alam suatu proses morfologi. Bentuk dasar dapat berupa morfem tunggal dapat juga berupa gabungan morfem.

     I.ii. Pangkal

                        digunakan untuk menyebut bentuk dasar dalam proses pembentukan kata inflektif, atau pembubuhan afiks infliktif.

    Iv. Akar
           
                        digunakan untuk menyebut bentuk yang tidak dapat dianalisis lebih jauh lagi. Artinya akar adalah bentuk yang tersisa setelah semua afiksnya ditanggalkan.

    V. Leksem

                        digunakan dalam dua bidang kajian linguistic yaitu bidang morfologi dan bidang semantic. Dalam kajian morfologi leksem digunakan untuk mewadahi konsep “Bentuk yang akan menjadi kata” melalui proses morfologi.

   D. Morfem afiks

                        adalah morfem yang tidak menjadi dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi unsure pembentu dalam proses afiksasi. Dalam bahas Indonesia dibedakan afiks yang disebut.

·         Prefiks. Afiks yang terletak di kiri
·         Infiks. Afiks yang dibubuhkan di tengah kata
·         Sufiks. Afiks yang dibubuhkan dikanan bentuk dasar
·         Konfiks. Afiks yang dibubuhkan di kanan dan kiri bentuk dasar secara bersamaan.
·         Klofiks. Kata yang dibubuhi afiks pada kiri dan kanannya., tetapi secara tidak bersamaan melainkan bertahap.]


 2. A. Bentuk Dasar

                        Bentuk dasar adalah bentuk ysng kepadanya dilakukan proses morfologi itu. Bentuk dasar itu dapat berupa akar seperti baca, pahat, dan juang pada kata membaca, memahat, dan berjuang, data berupa polimorfemis seperti bentuk bermakna berlari, dan jual beli pada kata kebermaknaan, berlari-lari, dan berjual beli.

      B. Pembentukan kata

                        pembentukan kata adalah komponen kedua dalam proses morfologi, diantaranya yaitu :

·         Afiks dalam proses afiksasi

·         Pengulangan dalam proses reduplikasi


·         Penggabungan dalam proses reduplikasi
·         Pemendekan dan penyingkatan dalam proses akronimisasi
·         Pengubahan status dalam proses konversi



    C. Hasil proses pembentukan

                        merupakan hasil akhir dari proses morfologi, dimana dalam proses morfologi memiliki dua hasil yaitu bentuk dan makna gramatikal, bentuk merupakan wujud fisiknya dan makna gramatikal merupakan isi dari wujud fisik atau bentuk itu.


    D. Makna gramatikal

                        Makna gramatikal adalah makna yang baru munculdalam suatuproes gramatika, baik proses morfologi maupun proses sintaksis.

  E. Tahap pembentukan, Bentuk inflektif dan derivative

·         Tahap pembentukan

                        Berdasaerkan tahap prosesnya kita dapat membedakan adanya bentuk setahap, bertahap dan melalui bentuk perantara.
           
a.       pembentukan setahap terjadi kalau bentuk dasarnya berupa akar atau morfem dasar ( baik bebas maupun terikt)

b.      pembentukan bertahap terjadi kalau bentuk dasar yang mengalami proses morfologi itu berupa bentuk polimerfemis yang sudah menjadi kata ( baik kata berimbuhan, kata berulang, maupun kata gabung).


c.       Bentuk perantara adalah seperti terjadi dalam proses pembentukan kata pengajar. Secara kasap matabentuk pengajar tampaknya dibentuk dari dasar berupa kara ajar yang diberi proses prefiksasi pe-, nmun sebenarnya proses tersebut terjadi dari bentuk kata mengajar seebab makna gramatikal pengajar adalah “ yang mengajar”.

·          Bentuk inflektif dan derifatif

                        Bentuk inflektif identitas leksikal katanya dihasilkan sama dengan  identitas leksikal bentuk dasar. Sebaliknya dalam bentuk derivative identitas bentuk yang dihasilkan tidak sama dengan identitas leksikal bentuk dasar.

 3. Yang dimaksud dengan produktifitas morfologi

                        Yang dimaksud engan produktifitas proses morfologi adalah dapat tidaknya sebuah proses dilakukan secara berulang-ulang dalam pembentukan kata, seperti proses afiksasi, reduplikasi dan komposisi yang secara umum dapat dikatakan sangat produktif, tetapi proses konversi dan akronomisasi cukup terbatas.

4.      Jenis perubahan fonem berkenanan dengan proses morfologi

                        ada bebrapa jenis perubahan fonem berkenaan dengan proses morfologi


 yaitu :

·         pemunculan fonem. Munculnya fonem ( bunyi ) dalam proses morfologi yang pada mulanya tiak ada. Misalnya prefis me- pada dasar membaca memunculkan bunyi sengau [m] yang pada mulanya tidak ada.
·         Pelesapan fonem. Hilangnya fonem dalam suatu proses morfologi, misalnya proses pengimbuhan prefiks  ber-, pada dasar renang maka bunyi [r] yang ada pada prefiks ber- dilesapkan.
·         Peluluhan fonem. Luluhnya sebuah fonem serta disenyawakan dengan fonem lain dalam suatu proes morfologi. Umpamanya , pengimbuhan prefiks me- pada dasar sikat, maka fonem /s/ pada kata sikat itu disenyawakan dengan fonem nasal /ny/ yang ada pada proses prefiks me- itu.
·         Perubahan fonem. Berubahnya sebuah fonem atau sebuah bunyi, sebagai akibat dai terjadinya proses morfologi. Umpamanya dalam pengimbuhan refiks ber- pada dasr ajar terjadi perubahan bunyi, dimana /r/ berubah menjadi fonem /l/.
·         Pergeseran fonem. Berubahnya posisi sebuah fonem dari satu suku kata ke dalam suku kata lainnya. Umpamany pengimbuhan sufiks-I pada dasar lompat, terjadi pergeseran di mana fonem /t/ yang semula berada pada suku kata pat menjadi berubah pada suku kat ti.

           

Tidak ada komentar: