Senin, 01 Agustus 2011

DIALOG BUKIT KAMBOJA Puisi D. Zawawi Imron




 Inilah ziarah di tengah nisan-nisan tengadah
 Di bukit serba kamboja. Matahari dan langit lelah

 Seorang nenek, pandangnya tua memuat jarum cemburu
Menanyakan., mengapa aku berdoa di kubur itu

”aku anak almarhum” jawabku dengan suara gelas jatuh
Pipi keriput itu menyimpan bekas sayatan waktu

‘lewat berpuluh kemarau
telah kubersihkan kubur didepannmu
karena kuanggap kubur anakku”

hening merangkap lambat bagai langkah siput
tanpa sebuah sebab senyumnya lalu merekah
seperti puisi mekar pada lembar bunga basah

“anakku mati di medan laga, dahulu
Saat bung Tomo mengibarkan bendera dengan takbir
Berita ini kekal jadi sejarah: Surabaya pijar merah
Ketika itu sebuah lagu jadi agung dalam derap
Bahkan pada bercak darah yang hyampir lenyap”

Jauh dilembah membias rasa syukur, karena laut bebas debur

“aku telah lelah mencari kuburnya dari sana kemana
Tak ketemu. Tak ada yang tahu
Sedang aku ingin ziarah, menyamaikan terima kasih
Atas gugurnya : mati yang direnungkan melati
Kubur ini memadailah, untuk mewakilinya”

“ tapi ayahku sepi pahlawan
Tutur orang terdekat, saat ia wafat
Jasadnya satu tingkat di atas ngengat
Tapi ia tetap ayahku tapi ia bukan anakmu”




Apa salahnya jika sesekali
Kubur ayahmu kujadikan alamat rindu
Dengan ziarah, oleh harum kemboja yang berat gemuruh’
Dendamku pada musuh jadi luruh”

Sore berangkat ke dalam remang
Ke kelopak kelelawar

“hormatku padamu, nenek! Karena engkau
Menyimpan rahasia wangi tanahku, tolong
Beri aku apa saja, kata atau senjata!”

“aku orang tak bisa memberi, padamu bisaku Cuma minta
Jika engkau bamboo, jadilah saja bamboo runcing
Jangan sembilu atau yang membungkuk di depan sembilu!”

Kelam mendesak kami berpisah. Di hati tidak
Anginpun tiba dari tenggara. Daun memperdengarkan gamelan doa
Memacu roh agar aku tidak jijik menyeka nanah
Pada anak-anak desa di bawah
Untuk sebuah hormat
Sebuah cinta yang senapas dengan bendera
Tidak untuk sebuah palu

                                      1995

Tidak ada komentar:

filter: alpha(opacity=100); -moz-opacity: 1.0; opacity: 0.6; -khtml-opacity: 0.0; - See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-background-blog-sendiri.html#sthash.1OO2GH7H.dpuf