Kenikmatan
sejati hadir dari kerja keras dan kemauan tinggi. Memang benar bahwa setiap orang punya kemauan tinggi tapi banyak
yang berakhir jadi hayalan sebab tak dibarengi kerja keras, perpaduan kemauan
dan kerja keras akan memberi hasil yang diidam-idamkan. Maka kerja keras dan
kemauan adalah Rahim bagi kesuksesan. Dari sanalah setiap orang akan memulai
langkah demi melahirkan apa yang ia inginkan. Begitulah kiranya yang kini
dibuktikan oleh siswa-siswi MTs N. 1 Maluku Tengah, tak tanggung-tanggung
sekolah tersebut mengutus 7 tim pada lomba baris indah se-Kecamatan
Salahutu dalam rangka memperingati HUT
ke-73 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski demikian, memboyong juara
1,2 dan 3 tetaplah menjadi hal yang serasa tak bisa dipercayai sebagaiman
dikatakan oleh Taufiq Tanjung, S.Pd. selaku satu dari 7 pembina baris Indah yang
ditugaskan untuk melatih tim Mts N. 1 Maluku Tengah. Taufiq yang juga tenaga pengajar pada sekolah Mts N. 1 Malteng menegaskan bahwa
kehadiran Tim Mts 1 Malteng yang banyak adalah semata-mata ingin memeriahkan
acara hari ulang tahun Negara Indonesia, hanya saja mereka tetap mengarahkan
siswa-siswi agar profesional dan bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan
sehingga mereka bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam latihan yang
diikuti. Maka kemauan untuk memboyong juara adalah murni kemauan anak-anak dan
Alhamdulillah Hasil tidak pernah menghianati proses. “ bagi kami Mengikuti kegiatan-kegiatan
seperti ini merupakan ajang edukasi luar kelas yang baik serta menyenangkan bagi
siswa, makanya sekolah kami senang melibatkan banyak siswa”. Ucap Taufik
Tanjung, S.Pd yang diwawancarai penulis. Sementara itu dihubungi terpisah oleh
penulis, Fatma Riana selaku ketua tim
dengan no urut 17 dari Mts N. 1 Malteng meluapkan kegembiraanya dengan rasa
syukur kepada Allah Swt. Riana dan seluruh tim dari Mts N. 1 Malteng mengira juara
baris kategori SMP telah diraih oleh sekolah lain sebagaiman yang diumumkan
pada usai upacara pengibaran bendera, ternyata pengumuman tersebut bukanlah
pengumuman lomba baris indah melainkan lomba sekolah bersih. Hal tersebut baru
mereka ketahui pada saat pengumuman lomba baris indah disampaikan pembawa acara
setelah penurunan bendera di sore hari. Yang lebih menggembirakan lagi juara
1,2 dan 3 semuanya diraih oleh sekolah Mts N. 1 Maluku Tengah. ( 17/8/2018. FL)
Jumat, 17 Agustus 2018
Jumat, 27 Juli 2018
( Busung lapar kaki Murkele pulau Seram) Maaf saya sedang membayangkan
Rebah di rumputan
membayangkan busung lapar yang menari diatas perut anak
Sedang dihamparan
mata, tikus dan babi hutan diam-diam berebut muka
tampil depan media sebagai
dalangnya.
Bayang-bayang dua
balita tambah satu lansia
Menghasilkan pekat
kata-kata..
kamus besar bahasa mesti diperbaharui
Sebab akronim kata
tuduh-menuduh bertambah ribu
Belum terhitung hujatan
serta makian yang mengekor.
Orang pintar yang
berteriak indonesia bebas busung lapar dan gizi buruk sepulangnya bapak
presiden dari papua
mesti menjilat kata-kata itu,
menyimpanya tepat dibawah
lidah untuk kembali mengeluarkannya lagi.
bayang-bayang kecil
175 jiwa
menciptakan paragraf yang laku dikoran dan media sosial
melahirkan
kata-kata saling melempar tanggung jawab bagai muda-mudi romantis dengan segala
cara mencipta kata menjadi pantun demi memikat satu dan yang lainnya..
175 jiwa duduk terpekur
membayangkan bulan juli yang indah
Diatas tanah hampir
jadi tambang.
malam dingin bulan
juli menjelma tongkat sihir setelah beberapa lamanya menjadi cambuk.
lalu abrakadabra...
bulan juli yang
indah munculkan kaleng-kaleng sarden dan bungkusan sarimi
dari mayat dua
bocah satu lansia.
dan bayang-bayang
mereka yang indah itu menjelma sekarung kata-kata
para pejabat serta
calon pesuruh parpol.
ternyata membayangkan lebih cerewet dari menceritakan
ternyata membayangkan lebih cerewet dari menceritakan
(
Farid Latif)
Langganan:
Postingan (Atom)