Jumat, 27 Juli 2018

( Busung lapar kaki Murkele pulau Seram) Maaf saya sedang membayangkan


Rebah di rumputan membayangkan busung lapar yang menari diatas perut anak
Sedang dihamparan mata, tikus dan babi hutan diam-diam berebut muka
tampil depan media sebagai dalangnya.

Bayang-bayang dua balita tambah satu lansia
Menghasilkan pekat kata-kata.. 
kamus besar bahasa mesti diperbaharui
Sebab akronim kata tuduh-menuduh bertambah ribu
Belum terhitung hujatan serta makian yang mengekor.

Orang pintar yang berteriak indonesia bebas busung lapar dan gizi buruk sepulangnya bapak presiden dari papua
 mesti menjilat kata-kata itu,
 menyimpanya tepat dibawah lidah untuk kembali mengeluarkannya lagi.

bayang-bayang kecil 175 jiwa
menciptakan paragraf yang laku dikoran dan media sosial
melahirkan kata-kata saling melempar tanggung jawab bagai muda-mudi romantis dengan segala cara mencipta kata menjadi pantun demi memikat satu dan yang lainnya..

175 jiwa duduk terpekur membayangkan bulan juli yang indah
Diatas tanah hampir jadi tambang.
malam dingin bulan juli menjelma tongkat sihir setelah beberapa lamanya menjadi cambuk.
lalu abrakadabra...
bulan juli yang indah munculkan kaleng-kaleng sarden dan bungkusan sarimi
dari mayat dua bocah satu lansia.
dan bayang-bayang mereka yang indah itu menjelma sekarung kata-kata
para pejabat serta calon pesuruh parpol.

ternyata membayangkan lebih cerewet dari menceritakan

                                    ( Farid Latif)





filter: alpha(opacity=100); -moz-opacity: 1.0; opacity: 0.6; -khtml-opacity: 0.0; - See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-background-blog-sendiri.html#sthash.1OO2GH7H.dpuf