Jumat, 27 April 2012

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia



11
1) Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum Merdeka
Pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu di pakai sebagai bahasa penghubung antar suku di Nusantara dan sebagai bahasa yang di gunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam Nusantara dan dari luar Nusantara.

Perkembangan dan pertumbuhan Bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalan misalnya:
  • Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380
  • Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang pada tahun 683.
  • Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada Tahun 684.
  • Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada Tahun 686.
  • Prasati Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada Tahun 688.

Dan pada saat itu Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai:
  1. Bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisia aturan-aturan hidup dan sastra.
  2. Bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar suku di indonesia
  3. Bahasa perdagangan baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.
  4. Bahasa resmi kerajaan.

Bahasa melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara, serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasa Melayu mudah di terima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu para pemuda indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa indonesia. (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).

2) Perkembangan Bahasa Indonesia Sesudah Merdeka
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam rapat, para pemuda berikrar:
  1. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
  2. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
  3. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar para pemuda ini di kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Unsur yang ketiga dari “Sumpah Pemuda” merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia di kokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia di nyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Di dalam UUD 1945 di sebutkan bahwa “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia,(pasal 36). Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa indonesia di pakai oleh berbagai lapisan masyarakat indonesia.

Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahas persatuan bangsa indonesia. Bahasa indonesia di resmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagi bahasa kerja. Dari sudut pandang Linguistik, bahasa indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu-Riau dari abad ke-19.

Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagi bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” di awali sejak di canangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “Imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap di gunakan.

Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang di gunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, bahasa indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Meskipun di pahami dan di tuturkan oleh lebih dari 90% warga indonesia, bahasa indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di indonesia sebagai bahasa Ibu. Penutur Bahasa indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) atau mencampur adukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa Ibunya.

Meskipun demikian , bahasa indonesia di gunakan di gunakan sangat luas di perguruan-perguruan. Di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa indonesia di gunakan oleh semua warga indonesia. Bahasa Melayu dipakai dimana-mana diwilayah nusantara serta makin berkembang dengan dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai didaerah-daerah diwilayah nusantara dalam pertumbuhan dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosa kata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.

Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa Melayu diwilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komikasi rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antar perkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Untuk memperoleh bahasa nasionalnya, Bangsa Indonesia harus berjuang dalam waktu yang cukup panjang dan penuh dengan tantangan.

Perjuagan demikian harus dilakukan karena adanya kesadaran bahwa di samping fungsinya sebagai alat komunikasi tunggal, bahasa nasional sebagai salah satu ciri cultural, yang ke dalam menunjukkan sesatuan dan keluar menyatakan perbedaan dengan bangsa lain.

Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:
  1. Bahasa melayu adalah merupakan Lingua Franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
  2. Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak di kenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
  3. Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku2 yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
  4. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.


Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh lebih panjang daripada Republik ini sendiri. Bahasa Indonesia telah dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa. Saat itu bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan antaretnis (lingua franca) yang mampu merekatkan suku-suku di Indonesia. Dalam perdagangan dan penyebaran agama pun bahasa Indonesia mempunyai posisi yang penting.
Deklarasi Sumpah Pemuda membuat semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai sebagai bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yang tinggi membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa.
Pada tahun 1930-an muncul polemik apakah bisa bahasa Indonesia yang hanya dipakai sebagai bahasa pergaulan dapat menjadi bahasa di berbagai bidang ilmu. Akhirnya pada tahun 1938 berlangsung Kongres Bahasa Indonesia yang pertama di Solo. Dalam pertemuan tersebut, semangat anti Belanda sangat kental sehingga melahirkan berbagai istilah ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia. Istilah belah ketupat, jajaran genjang, merupakan istilah dalam bidang geometri yang lahir dari pertemuan tersebut.
Ketika penjajah Jepang mulai masuk ke Indonesia, mereka semakin mendorong penggunaan bahasa Indonesia. Pada tahun 1953, Poerwodarminta mengeluarkan Kamus Bahasa Indonesia yang pertama. Di situ tercatat jumlah lema (kata) dalam bahasa Indonesia mencapai 23.000. Pada tahun 1976, Pusat Bahasa menerbitkan Kamus Bahasa Indonesia, dan terdapat 1.000 kata baru. Artinya, dalam waktu 23 tahun hanya terdapat 1.000 penambahan kata baru. Tetapi pada tahun 1988, terjadi loncatan yang luar bisa. Dari 24.000 kata, telah berkembang menjadi 62.000. Selain itu, setelah bekerja sama dengan Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei, berhasil dibuat 340.000 istilah di berbagai bidang ilmu. Malahan sampai hari ini, Pusat Bahasa berhasil menambah 250.000 kata baru. Dengan demikian, sudah ada 590.000 kata di berbagai bidang ilmu. Sementara kata umum telah berjumlah 78.000.

KUMPULAN JUDUL PROPOSAL SKRIPSI UNTUK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Oleh: sastraindonesiaunand | Februari 19, 2008
DAFTAR JUDUL SKRIPSI KAJIAN BAHASA INDONESIA
SKRIPSI KAJIAN BAHASA INDONESIA
83180037.Efriyades.1988. Beberapa Pelesapan dan Perubahan Fonem dalam Bahasa Anak-Anak.
83180075. Nina Kurnia.1989. Makna Denotatif dan Konotatif dari Beberapa Kata Benda, Kata Kerja, dan Kata Sifat.
83180109.Jazminah.1988. Beberapa Pungutan Kosakata Bahasa Sanskerta yang Dapat Menunjang Pertumbuhan Bahasa Indonesia.
84180003. Nurmalia Purba. 1989. Analisis Bentuk dan Fungsi Referensi Personal dalam Wacana Bahasa Indonesia.
84180025.Syawalinda. 1989. Analisis Wacana: Unsur Kohesi dan Koherensi.
84180027.Sinta Merina. 1989. Bahasa Indonesia dalam Terjemahan Al-Qur’an (Depag RI dan HB Jassin) Sebuah Studi Perbandingan.
84180031. Zulfarimen. 1989. Pemakaian Preposisi Dalam Bahasa Indonesia persuratkabaran di Padang (Suatu Analisis Deskritif).
84180048. Netri Yati. 1993. Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dalam Majalah Panji Masyarakat (Studi Kasus)
84180064. Ellyza Nurwita. 1988. Kata Serapan dari Bahasa Minangkabau di Kecamatan Kuranji Kodya Padang.
84180080I. Sewarni. 1989. Alih Kode Antara Bahada Mandailing dan Bahasa Indonesia di Perwakilan Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman.
84180083. Hidayatul Astar. 1990. Frekuensi, Distribusi, dan Fungsi Kata Modalitas Bahasa Indonesia dalam tajuk rencana Kompas.
84180087. Ariantoni. 1989. Kemampuan Menulis Mahasiswa Tahun Ketiga Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sasta Universitas Andalas.
84180094. Salju. 1990. Pemakaian Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif Dalam Buku-Buku Ilmiah.
84180116 Elveriardi1990 Bahasa Indonesia dalam Periklanan Suatu Tinjauan Deskriptis
84180144 Hermiati1991 Suatu Penelaahan Pemakaian Bahasa Indonesia Dalam Surat Menyurat di Instansi Pemerintah Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung (Studi Kasus)
841814045 Medriyati1993 Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dalam Majalah Panji Mansyarakat (Studi Kasus)
84184087. Ari Antoni. 1989. Kemampan Menulis Mahasiswa Tahun ke-3 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Andalas.
85184007. Nelvira. 1990. Slang Remaja dalam Majalah Suatu Analisis.
85184008 Martilena.1991 Perubahan Makna Kata dalam Surat Kabar Sebuah Tinjauan pada Harian Kompas
85184016 Yusran. 1994. Analisis Pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dalam Surat-Surat Resmi Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat II Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Tahn 1991
85184017. Luki Herayani. 1991. Distribusi Pemilihan Kata Pada Surat Kabar Haluan dan Sinar Pagi Suatu Studi Kasus.
85184021 Elmira. 1991 Pemakaian Bahasa Lisan Dalam Dakwah Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
85184028 Pajri 1992 Ragam Bahasa Pedagang Pasar Raya Padang: Tinjauan Sosiolinguistik
86184002 Arfinal 1993 Fenomena Pemakaian Bahasa Lisan dalam Pidato Para Pejabat di Lingkungan Pemerintahan Daerah Tingkat Dua Kotamadya Padang, Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
86184004. Syahril Rosa. 1991. Bahasa Tajuk Rencana Koran Singgalang: Suatu tinjauan Deskriptis
86184005 Amsasny 1992 Perbandingan Kemampuan Menulis Siswa SMA 3 Padang dan MAN Gunung Pangilun Padang
86184030 Mulyadi 1992 Pemakaian Partikel dalam Media Pers Suatu Studi Kasus dalam Harian Kompas
87184024. Huri Yani. 1991. Campur Kode di Kalangan Siswa SMTP dan SMTA di Sitiung I: Sebuah Studi Kasus.
87184031 Suhandi1994 Intonasi Bahasa Iklan Lokal di Radio Arbes
87184035. Jaiman Binti Abdul. … Penggunaan Bahasa Indonesia Tulis di Kalangan Mahasiswa Malaysia Universitas Andalas Tinjauan Sintaksis dan Diksi.
88184001 Mokhdonal 1992 Campur Kode Bahasa Penyiar Radio Febrianta
88184002 Eva Gustiayati 1992 Penguasaan Bahasa dalam Komunikasi Verbal pada Penderita Amnesia (Suatu Tinjauan Psikolinguistik)
88184019 Yenita1992 Ragam Khusus Komunitas Keturunan India di Daerah Kotamadya Padang
88184021 Gusneti1992 Analisis Kontrsatif Fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia pada Kelompok Dosen Di Fakultas Sastra Universitas Andalas
88184023 Elia Remita1992 Kalimat Efektif Dalam Naskah Warta Berita Daerah Radio Republik Indonesia Padang : Suatu Analisis Deskriptis
88184024 Enggar Hadi1992 Pergeseran Nama Deklaratif dalam Pengindonesiaan Nama Daerah; Studi Kasus Kotamadya Bukittinggi dan Kabupaten Agam
89184007 Leni Syafyahya1993 Kemampuan Bahasa Verbal Penderita Skizofremia Suatu Tinjauan Psikolinguistik
89184011 Susi Endrita1993 Variasi dan Pelesapan dalam Ragam Bahasa Para Kernet Bis Kota di Padang (Tinjauan Sosiolinguistik)
89184012 Gusmati1993 Tindak Tutur dalam Pengadilan Negeri Padang: Suatu Studi Kasus
89184013 Festi Nur Utami1993 Bahasa Indonesia Ragam Informal Pedagang Jamu Gendong (Etnis Jawa di Kota Padang)
89184015 Armaiti1993 Problema Kebahasaan dalam Majalah Humor (Suatu Analisis Deskriptif)
89184016 Mardiayati1993 Analisis Fungsi Ujaran Satu Kata dan Dua Kata Anak-Anak: Suatu Tinjauan Pragmatik
89184019 Armaepi1993 Problematika Kebahasaan dalam Majalah Humor (Suatu Analisis Deskriptif)
89184020 Cahya Juniantara1994 Pola-Pola Komunikasi Verba dalam Negosiasi Pedagang dan Pembeli di Pasar Raya Padang
89184022 Basa Parulian Napitupulu1995 Afiksasi Bahasa Batak Toba Suatu Tinjauan Deskriptif
89184024 Zurhaiza Z1994 Variasi dalam Ragam Bahasa Pedagang Obat di Pasar Bukittiinggi (Suatu Tinjauan Sosiolinguiistik)
89184031 Fauziah1997 Tindak Tutur Pedagang Buah-Buahan Kaki Lima di Pasar Raya Padang Sebuah Tinjauan Pragmatik
90184004 Rozita Rahmi1994 Tindak Tutur Antara Dosen dan Pasien: Suatu Tinjauan Pragmatik
90184008. Vera Yuliar Susi. 1999. Analisis Praanggapan dalam Sinetron Jin dan Jun di RCTI.
90184009 Rachmiati1995 Komunikasi pada Anak Tunarungu pada Studi Kasus Pada SLB Limau Manis Padang
90184012 Mentarius1995Intonasi Dunia dalam Berita Televisi Republik Indonesia (Suatu Tinjauan Fonologi Supra Segmental)
90184013 Mhd Iqbal Masbiran1996 Diksi dan Gaya Bahasa Surat-Surat Pembaca dalam Majalah Anida
90184014 Andri yani1994 Pemakaian Ragam Fungsiolek Kalangan Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang: Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
90184027 Ida Silalahi1994 Implikatur Percakapan Muda-Mudi di Kota Padang; Suatu Tinjauan Pragmatik
90184030 Gusneti1994 Bentuk-Bentuk Pra Anggapan dalam Peristiwa Tutur Kalangan Mahasiswa di Pemondokan
90184030 Meli Eriswanti2001 Tindak Tutur dalam Dialog Interaktif di TVRI: Tinjauan Pragmatik
90184030 Wilna Susi Yenti1994 Analisis Referensi Bahasa Iklan Televisi Tinjauan Wacana
90184042 Ela Kamalawati1994 Tuturan Anak-Anak Prasekdiah dalam Permainan: Suatu Studi Kasus
90184043 Sulaiman Bin Chae Othman 1994 Campur Kode di Kalangan Mahasiswa Malaysia: Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
90184045 Jamal Rizan Bin Razalli1994 Register Mahasiswa Malaysia: Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
91184001 Adi Bakhrani1996 Unsur Kohesi dan Koherensi, Tinjauan Wacana pada Harian Replubika
91184002 Retriyani1996 Tindak Tutur Bahasa Humor dalam Majalah Humor (Suatu Kajian Pragmatik)
91184003 Elmawati1997 Campur Kode dalam Bahasa Penyidikan di Polresta Padang (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik)
91184003 Zulkartini1996 Struktur Kalimat dalam Dakwah Islam KH Zainuddin MZ
91184005 Yunita1995 Tinjauan Pronomina dan Repetisi sebagai Unsur Kohesif dalam Teks Peminangan
91184008………1995 Sistem Kata Sapaan Bahasa Melayu Dialek Kelantaan Suatu Tinjauan Sosio Linguistik
91184008 Fitri Mayani 1995 Campur Kode dalam Ragam Khusus Waria di Kota Padang Suatu Tinjauan Linguistik
91184011 Reuza Dwi Mazla 1996 Pemakaian Ragam Fungsiolek dalam Bahasa Penyiar Radio Arbes Rasonia Padang dalam Tinjuan Sosiolinguistik
91184012 Risna Wita1995 Fonologi Bahasa Lampung Dialek Pesisir Suatu Tinjauan Deskriptif
91184013 Eva Yanti1996 Struktur Kalimat Bahasa Indonesia Ragam Hukum Pidana
91184014 Aslinda1996 Struktur Kalimat Bahasa Indonesia Ragam Hukum Acara
91184015 Nedrifa1996 Campur Kode dalam Bahasa Persiidangan di Pengadilan Negri Bukittingi (Suatu Tinjauan Sosiolingustik)
91184021 Eka Martineli1995 Frekuensi Kelafalan Kata Suatu Tinjauan Psikolinguistik
91184030 Ninda Simanungkalit 1996 Tindak Tutur Bahasa Telegram: Suatu Tinjauan Pragmatik
91184031 Dessy Damayanthy 1997 Interefeni Bahasa Minangkabau dalam Bahasa Indonesia pada Surat Kabar Singgalang dan Haluan
91184034 Yuliarti 1996 Tindak Tutur Para Buruh Pelabuhan Teluk Bayur: Suatu Tinjauan Pragmatik
91184039 Any Susilowato 1999 Khazanah Verbal Masyarakat, Transmigran Desa Tanjung Beringin Kabupaten Pesisir Selatan
92184001 Ermiati 1997 Kohesi Leksikal Bagian Hukum Majalah Gatra
92184003 Syafrida 1997 Interferensi Tuturan Bahasa Minangkabau dalam Pemakaian Bahasa Indonesia pada Anak-Anak Tinjauan Sosiolinguistik
92184007 Zakiah 1997 BahasaVerbal dan Nonverbal dalam Karikatur (Suatu Tinjauan Deskriptif)
92184010 Nova Erita 1997 Interferensi Bahasa Indonesia Terhadap Bahasa Minangkabau dalam Penyebutan Nama-Nama Kelurahan di Kota Padang Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
92184016 Wisna Yuwelni ……..Campur Kode di Kalangan Remaja Kota Padang Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
92184020 Meri Susanti 1996 Fonologi Bahasa Rawas di Kampung Pasar, Suatu Tinjauan Deskriptif
92184023 Neni Febrina 1998 Tindak Tutur dalam Humor Ba-Sho di Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) Suatu Tinjauan Pragmatik
92184028 Rahmi Hayati 1997 Penerapan EYD dalam Tugas Perkuliahan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Unand
93184002 Syafrizal 2000 Teks Pamflet Partai Poltik Oemilu tahun 1999 Tinjauan Semantik Pragmatik
93184003 Halimah 2000 Gaya Bahasa Slogan yang Terdapat di Kota Padang (Tinjauan Semanik)
93184004 Sutoyo 1998 Tinjauan Semantik Terhadapa Teks Eufemisme di Majalah Gatra
93184027 Rita Novita 1997 Tindak Tutur Pembawa Acara Kuis Tak Tik Boom dalam Rajawali Cityrra Televisi Indonesia (RCTI) Suatu Tinjauan Pragmatik
93184029 Yusniati 1998 Register Politik dalam Kampanye Pemilu 1997 Tinjuan Sosiolinguistik
94184003 Oktafianti 2000 Ragam Bahasa Majalah Remaja Aneka Yess!
94184013 Roidah 1998 Analisis Bentuk-Bentuk Klausa Iklan Mini dalam Surat Kabar Haluan
94184015 Fifi Suryani 1999 Bahasa Iklan Produk PT Unilever Indonesia
94184019 Dani Wintara 2000 Distribusi dan Pemungutan dan Pemakaian Kata-Kata dan Bahasa Inggris dalam Surat Kabar
94184020 Suharni 2000 Kalimat Terbelah dalam Kolom “Tajuk” Surat Kabar Republika
95184003 Desmia 2000 Tindak Tutur dalam Acara Nosta di Beberapa Radio di Kota Padang; Suatu Studi Banding
95184008 Yohasnir Shatril 2002 Tindak Tutur Pedagang Obat Kaki Lima (Tinjauan Pragmatik)
95184026 Joni Firdaus 2000 Tinjauan Semiotik Terhadap Bahasa Iklan Rokok Di Majalah Tempo
95184028 Felmi Yetti 1999 Analisis Tuturan Rayuan dalam Tinjauan Pragmatik
95184029 Nita Yurlia 2000 Bahasa Gambar pada Anak Tinjauan Psikolinguistik
96184012 Yulia Sri Hartati 2001 Analisis Percakapan dalam Acara Selamat Datang Pagi di RCTI
96184013 Novi Marwati 2001 Morfofonemik Bahasa Batin (Suatu Tinjauan Deskriptif)
97184008 Firman 2005 Bahasa Pamflet Mahasiswa
9718402 Delfira 2002 Penggunaan Bahasa dalam Chating di Internet Suatu Tinjauan Sosiolinguistik
97184030 Mezri Helti 2002 Kemampuan Bahasa Verbal Penderita Cacat Mental di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kuranji Padang; Studi Kasus
97184031 Gusta Nuddi Lubis 2002 Kemampuan Berbahasa Anak Penderita Autisme
97184054 Desi Mufianti 2001 Bahasa pada Tutup Botol Fanta (Ditinjau dari Segi Diksi)
981184004 Elinedra 1996 Pemakaian Konjungsi Bahasa Indonesia dalam Surat Kabar Harian Singgalang
98184001 Gusti Handra 2005 Tindak Tutur Komunitas Pecinta Alam Mapala Unand Padang (Tinjauan Pragmatik)
99184002 Sriwahyunita 2004 Implikatur Wacana Pojok Pada Harian Kompas
99184023 Fitriadi 2006 Penggunaan Bahasa pada Short Massage Service (SMS) oleh Mahasiswa Fakultas Sastra Uniersitas Andalas
99184025 M. Iqbal 2006 Jargon Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Padang (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik)
99184034 Endang Dwi Banowati 2004 Register Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Andalas Suatu Kajian Sosiolinguistik
99184035 Ferawati 2006 Pemerolehan Bahasa Pertama anak-anak Stadia-Telegrafis dalam Bahasa Minangkabau (Tinjauan Psikolinguistik)
00184002 Lili Miwirdi 2004 Gaya Bahasa Propaganda dalam Memerangi Terorisme Tinjauan Stilistika
00184008 Sukmayanti 2006 Kemampuan Bahasa Lisan Penderita Dsartria (Suatu Tinjauan Psikolinguistik)
00184019 Mejri M. Sihombing 2005 Kemampuan Berbahasa Penderita Skolalia
00184024 David Syasli 2005 Diksi dan Gaya Bahasa Romi Rafael dalam Acara Hiipnotis di SCTV
00184030 Sonezza Ladyana2004Rekayasa Korpus Bahasa di Era Pemerintahan Megawati (Suatu Tinjauan Sosiopolitiko linguistik)
01184005 Selly Apriliyana 2005 Jargon B Boys pada Komunitas Squardan-B, Padang
01184007 Leni Afiza 2005 Tindak Tutur Guru Taman Kanak-Kanak dalam Proses Belajar-Mengajar (Kajian Pagmatik)
01184011 Nurafni 2005 Penyimpangan Prinsip Percakapan dalam Wacana Humor Pada Tabloid Nova
01184018 Azye Murni 2005 Prinsip Kesopanan Berbahasa dalam Film Kiamat Sudah Dekat (Suatu kajian Pragmatik)
01184019 Murhadis 2005 Iklan Rokok A Mild; Suatu Tinjauan Semiotik
02184015 Syafril 2007 Analisis Sosiolinguistik Terhadap Penggunaan Istilah-Istilah dalam Tuturan Mahasiswa Unand (Studi Kasus pada Pemondokan di Pasar Baru Kec. Pauh Gadang)
02184033 Susi Rahmi 2006 Jargon Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Andalas (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik)
Oleh Moh Syafiruddin
  1. Analisis unsur komunisme dalam novel atheis karya achdiat. K. Mihardja
  2. Deskripsi Pemakaian Bahasa dalam Spanduk Iklan Partai Politik di Kabupaten Pamekasan
  3. Analisis Struktural Genetik Novel Pangeran Diponegoro
  4. Kajian Feminis Marxis dalam Novel Primadona Karya Ahmad Munif
  5. Nilai Kemanusiaan dalam Novel Suatu Hari di Stasiun Bekasi Karya Bambang Joko Susilo
  6. Kelas Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rasmini
  7. Pengaruh Perilaku Fanatisme Beragama terhadap Konflik Antar Agama dalam novel Genesis Karya Ratih Kumala
  8. Dimensi Fungsional Keberwacanaan Lisan Anak-anak TKIT Ibnu Abbas, Dukuh, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman
  9. Register Kepecintaalaman Bidang Panjat Tebing dalam Federasi Panjat Iebing Indonesia
  10. Analisis Penggunaan dan Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa di Bus Kota Yogya (Kajian Sosio Pragmatik)
  11. Variasi Bahasa dalam Rubrik Sungguh-sungguh Terjadi dalam Sepekan di Surat Kabar Kedaulatan Rakyat
  12. Deskripsi Campur Kode dan Maksim Iklan di Televisi
  13. Ragam Bahasa SMS dalam Rubrik “Halo Jogja” di Harian Jogja
  14. Analisis Wacana Iklan HP di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat
  15. Jargon Bahasa waria di Kabupaten Cilacap (Kajian Sosiolinguistik)
  16. Kajian Semantik Slogan Iklan Rokok di Televisi
  17. Kajian Penyimpangan Aspek Pragmatik dalam Acara Tawa Sutra di ANTV
  18. Penggunaan Prinsip Kerja Sama dalam Bahasa Chating
  19. Penggunaan Istilah dalam Register Olah Raga Futsal
  20. Deiksis Sosial dalam Novel Laskar Pelangi
  21. Register Bahasa Orang Laut di Kabupaten Rembang
  22. Analisis Wacana Iklan Biro Jodoh pada Koran Kompas
  23. Interferensi Gramatikal Bahasa Jawa ke dalam Bahasa indonesia pada Proses Pembelajaran bahasa Indonesia
  24. Register Dakwah dalam Percikan Pening di Harian Jogja Edisi – Maret Januari 2009 Kajian Sosio Linguistik
  25. Analisis Wacana Pragmatik pada Poster Iklan Kartu seluler Di DIY
  26. Spiritualitas Islami dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El-khaliqy (Studi Analisis Smiotik Sastra).
  27. Tinjauan Psikologi Sastra Tokoh Utama dalam Naskah Drama Sampek Engtay Karya N. Riantiarno
  28. Pertentangan Nilai pada Diri Tokoh Glonggong Karya Junaedi Setyono
  29. Aspek Latar Budaya dalam Cerita Komik Jakarta Luar Dalem, Karya Benny and Mice
  30. Masalah Moral Kemanusiaan dalam Novel Panggil Aku Jo
  31. Unsur-Unsur Sulbarten dalam Novel Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Toer Kajian Pskolonial
  32. Pembagian Kerja secara Seksual dalam Novel Kembang Jepuin Karya Remy Sylado
  33. Stratifikasi Kelas Sosial dalam Novel Bukan Pasar Malam Karya Pramudya Ananta Toer
  34. Dampak Psikologi Pembacaan Sebuah Dongeng Semasa Kecil pada Remaja Usia 18-21 Tahun, Study Kasu Mahasiswa UNY
  35. Kritik Sosial dalam Novel Midah, Si Manis Bergigi Emas Karya Pramudya Ananta Tour
  36. Kritik Sosial dala novel Jala Karya Titis Basino
  37. Ajaran Moral dalam Novel Blakanis Karya Arswendo Atmowiloto
  38. Citra Sosial Budaya Jawa dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami
  39. Eksistensi Wanita dalam Novel Midah, Si Manis Bergigi Emas Karya Pramudya Ananta Tour
  40. Representasi Identitas dan Hibriditas dalam Novel Gadis Tangsi Karya Suparto Brata (Kajian Pos Kolonial)
  41. Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Sampah Bulan Desember
  42. Analisis Unsur Penokohan dan Latar Novel Edensor Karya Andrea Hirata
  43. Relasi Perempuan Laki-laki dalam Novel Asrama Putri Karya Dewi Linggasari
  44. Konflik Psikis pada Tokoh Utama Wanita dalam novel Alivia Karya Langit Kresna Hariadi
  45. Potret Wajah Sosial Masysrakat Indonesia dalam Kumpulan Puisi Aku Ingin Menjadi Peluru Karya Wiji Thukul

filter: alpha(opacity=100); -moz-opacity: 1.0; opacity: 0.6; -khtml-opacity: 0.0; - See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-background-blog-sendiri.html#sthash.1OO2GH7H.dpuf