Sabtu, 26 Mei 2012

SEPUTAR DUNIA TEATER


ASAL USUL SEJARAH TERJADINNYA TEATER
teater atau drama terlahir dari sifat dasar manusia yang mengikuti gerak gerik hewan atau sesama, sejak saman purba teater atau drama sudah ada dimana orang orang pada zaman ter sebut selau mengadakan ritual sebelum berburuh mereka mengikuti tinkah laku dan gerak gerik hewan buruan mereka seiring perkembangan zaman gerak ter sebut di sisipkan lah dialog berupa mantra-mantra, lamakelamaan mereka pun memperlengkapi diri mereka dengan properti berupa tanduk dan kulit binatang untuk lebih meyempurnakan perannya sebagai binatang buruan atau pemburuh hingga abad pertengahan teater hanya bisa dinikmati kalangan istana karena dianggap sakral.

CARA MENBUAT NASKAH TEATER YANG BAIK
Membuat naskah teater yang bagus, tentunya menjadi impian setiap penulis naskah teater, tidak perduli apakah ia seorang senior, apa lagi seorang yunior. Untuk mencapai taraf ini tidaklah mudah, karena anda harus melalui sekian prosedur atau perjalanan observasi yang panjang misalnya dengan banyak membaca karya-karya penulisan yang berbobot, observasi terhadap ragam kehidupan manusia dari berbagai kasta, budaya dan bangsa dengan segala corak dan romantika psikologinya. Ditambah lagi anda harus menguasai tehnik penulisan yang baik serta penguasaan perbendaharaan kata yang cukup mumpuni. Semuanya itu memerlukan proses pembelajaran. Jika anda berbakat, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama anda sudah bisa menjadi penulis yang patut diperhitungkan Ada beberapa masukan yang mungkin berarti buat anda pada saat menulis. diantaranya :1. Perhatikan hubungan logis yang membentang dari awal cerita hingga akhir cerita. Jangan membuat arah perkembangan yang janggal, apalagi dengan menyisipkan adegan2 yang tidak perlu yang bertujuan hanya sekedar untuk membuat penonton tertarik, tertawa atau pun sekedar kagum, sebab biasanya tanpa disadari hal itu merupakan racun yang dapat membunuh kebenaran rangkaian keseluruhan cerita.2. Berusahalah merasakan emosi yang identik dengan beragam tokoh yang sedang anda gambarkan. Jadi bila anda menggambarkan tokoh A yang sedang marah, maka rasakanlah bagaimana rasa marahnya tokoh A tersebut (tentunya dengan sebab musabab yang tepat), demikian pula rasakanlah bagaimana emosional pada tokoh B yang menjadi obyek yang dimarahi. Demikian seterusnya. Karena dengan demikian, maka anda akan secara otomatis tertuntun untuk menuliskan ungkapan-ungkapan dialog dan gambaran tindakan yang masuk akal, bagi tokoh-tokoh rekaan anda yang sedang melakukan adegan. Jangan seperti pada kebanyakan adegan film, teater panggung dan sinetron Indonesia yang sebagian 'sangat' besar : Janggal !!3. Bayangkan dengan jelas gambaran tempat dan situasi dimana anda menciptakan adegan antara para tokohnya agar anda lebih bisa merasakan sensasi emosional yang menyertai para tokoh rekaan anda. Jangan pelit untuk menambahkan rincian-rincian, walaupun nanti di dalam pementasannya semuanya akan didiskusikan kembali dengan interpretasi sutradara.4. Jangan membuat cerita menjadi terlalu variatif dengan berbagai plot karena hal itu tidak berguna dan cenderung membuat alur cerita menjadi tidak menarik dan membuat pusing para penonton.5. Utamakanlah untuk menggunakan kata-kata yang lebih bersifat umum dan jangan terlalu mencari variasi kata-kata yang tidak umum sehingga sulit untuk dimengerti (fenomena ini sering disalahartikan oleh para penulis yang tidak paham sebagai pemahaman yang berarti :keren, atau berkelas).Ingatlah pepatah yang mengatakan bahwa : "Seorang seniman sejati bicara dengan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti" (Stanislavski dalam buku : An Actor Prepares).6. Boleh saja membuat cerita yang bersifat fiksi atau futuristik asal jangan lupa memberikan benang merah yang tidak terputus dan tegas seperti di jelaskan pada semua point diatas.

ALIRAN ALIRAN DALAM DRAMA ATAU TEATER
Sebenarnya aliran drama atau aliran teater terbentuk atau dibedakan klasifikasinya sedemikian rupa di lihat dari ciri-ciri 'cara bermain' atau 'tipe akting' para aktornya di dalam sebuah kelompok teater tertentu. Beberapa diantaranya adalah :
1.      Aliran representatif.
Aliran jenis ini adalah aliran drama yang permainan aktingnya hanya menuruti 'warisan2' gaya berakting model lama. Akting jenis ini lebih mementingkan penampilan fisik dan menomorduakan penghayatan batin, bahkan sering kali perasaan tidak diperlukan sama sekali. Misalnya dalam kelompok-kelompok teater klasik atau kelompok drama tradisional, mereka bisa menyontohkan sepeti apa itu gatot Kaca, tetapi jiwanya belum menjadi seorang Gatot Kaca. 'Peristiwa-peristiwa' yang dialami sang Gatot Kaca pun nampaknya tidak menyentuh hati sang Gatot Kaca, kecuali ia hanya merespon secara fisik dengan gerakan terlatih yang pastinya sudah dibakukan dari zaman ke zaman dan hanya cukup disertai dengan gambaran-gambaran 'emosi palsu' yang sangat bersifat konvensional (misalnya: Mengembangkan tangan di dada tanda cinta, menggeram-geram sebagai tanda kemarahan, menggaruk-garuk kepala pada saat-saat krisis, melangkah lebar-lebar untuk menunjukkan keperkasaan, dsb). Aliran ini sering juga disebut dengan aliran konvensional. Yang kita hargai dari upaya mereka adalah karena mereka merupakan 'koleksi' dari ragam budaya bangsa.


2.      Aliran presentatif.
Aliran ini mulai menggali teori-teori mengenai seni berperan. Melakukan obervasi dan explorasi terutama dari segi psikologis seorang aktor (dan sang tokoh peranan). Lalu mempelajari bagaimana membangkitkan emosi seorang tokoh secara 'alamiah' dalam diri seorang aktor dan selanjutnya mempelajari bagaimana mengutarakannya dalam bentuk perwatakan yang artistik dan benar. Aliran ini terutama dikenal atau diperjelas melalui apa yang disebut sebagai 'metode Stanislavski' di dalam latihan-latihan seni berperan. Belakangan ini, semua unsur seni peran cenderung berkiblat kepada metode ini dan metode ini pulalah yang sudah sekian lama selalu dipakai oleh segenap aktor2 Hollywood , Hongkong dan sebagainya yang kualitasnya tentu bisa anda nilai sendiri.
3.      Aliran Absurd.
Aliran ini merupakan 'aliran pemberontakan'. Dimana mereka tidak mau terikat dalam aturan2 permainan drama dan bermain lepas sekedar mengikuti insting. Tetapi mereka lupa, bahwa insting tidaklah bisa dikuasai tetapi hanya bisa 'didekati' (dan akhirnya bisa masuk kedalamnya dengan cukup sempurna) justru melalui cara-cara seperti yang dilakukan oleh akor2 presentatif. 'Kemerdekaan pada keterikatan' yang mereka impikan justru dijerumuskan dengan cara-cara naif mereka sendiri yang tidak paham tentang arti pentingnya teori dalam seni berperan, sehingga ketika pada saat bermain, jika inspirasi sedang tidak berpihak kepada mereka, maka mereka tidak memiliki apa-apa untuk bisa mengantarkan atau mengembalikan mereka pada inspirasi pada saat terjadi gap atau 'kekosongan situasi'. Sebab kemerdekaan yang mereka inginkan ternyata lebih merupakan wujud dari keterikatan yang sangat menyiksa, yaitu keterikatan pada kenaifan yang mudah menggelincirkan.
Itulah secara singkat beberapa ciri-ciri paling umum dan besar yang dikenal di dunia seni peran hingga saat ini. Pada akhirnya, terserah kepada kemampuan seorang aktor untuk menilai secara tepat dimanakah ia akan 'mengkelaskan' dirinya di dalam seni yang mungkin paling kompleks ini.

PENGERTIAN DAN JENIS JENIS DRAMA
Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.
1.      Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
2.      Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :
1.      Drama KomediDrama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.
2.      Drama TragediDrama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.
3.      Drama Tragedi KomediDrama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.
4.      OperaOpera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.
5.      Lelucon / DagelanLelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.
6.      Operet / OperetteOperet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
7.      PantomimPantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
8.      TablauTablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.
9. PassiePassie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.
9.      WayangWayang adalah drama yang pemain dramanya adalah wayang.
10.  Drama Tari Drama yang dibawakan dalam bentuk tarian dan biasanya dialognya dalam bentuk nyanyian, bisa bercerita tentang cerita pewayangan, legenda, kehidupan sehari hari ataupun cerita lainnya.

CONTOH CONTOH NASKAH TEATER YANG TERKENAL
*      TITIK TITIK HITAM Drama Satu Babak1956 Karya: Nasyah Djamin
*      PINANGAN Drama Komedi Satu Babak Karya Anton Chekov Saduran Suyatna Anirun
*      RADIASIKarya : Wong Dolim
*      SANG MANDOR Karya : Rahman ArgeSutradara: Heru subagiyoSupervisi: Eko “Ompong” SantosaSusannah Day
*      PENGAGUM BINTANG Karya : Dadi Reza Pujiadi
*      MONOLOG SUNGAI KARYA: Teater Garasi
*      MAK COMBLANG Adaptasi dari “ The Marriage “ Karya : Nikolai Gogol
*      LENA TAK PULANG Karya : Muram Batubara
*      KISAH CINTA DIHARI RABU karya: Anton Chekov
*      DUKUN DUKUNAN karya: Puthut Buchori
*      DRAMA REMAJA CALON ARANG Karya : Luthfi Rachman
*      BADAI SEPANJANG MALAM Karya Max Arifin
*      Arus Mimpi Perkotaan di Negara Bekas Jajahan Oleh: Primanto Nugroho
*      TIDAK LAIN DAN TIDAK BUKAN! (sebuah monolog) Karya : Yunis Kartika
*      TAWUR MUNYUK (PERANG MONYET) Oleh: Eko Ompong
*      SOROH Oleh: Eko Ompong
*      SANDAL JEPIT Karya : Herlina Syarifudin
*      SALAH SMS Karya : Paulus PN Simangunsong
*      PADA SUATU HARIKarya : Arifin C. Noor
*      NEGERI ABG Karya Puthut Buchori
*      DEWI MASYITOH Karya: Puthut Buchori
*      KEN AROKSebuah Sandiwara dalam 14 Babak Oleh Saini K.M
*      JOKO SEMPRUL Karya: Puthut Buchori
*      Parodi MataramanJENG MENUL Tulisan : Puthut Buchori
*      AUUUUU….ANJING Oleh: Eko Ompong
*      ARWAH-ARWAH Karya: W.B. YeatsTejemahan Suyatna Anirun.
*      NINA BOBO Karya: ROY AGUSTINUS
*      MENGGULUNG LAYAR Karya: ANGGI VELENTINATA GOENADI
*      KONGRES UNGGAS Karya: Apris
*      ANTING Karya: Imran Laha
*       PADANG BULANKarya: Ucok Klasta

Tidak ada komentar:

filter: alpha(opacity=100); -moz-opacity: 1.0; opacity: 0.6; -khtml-opacity: 0.0; - See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-background-blog-sendiri.html#sthash.1OO2GH7H.dpuf