Jumat, 27 Juli 2018

( Busung lapar kaki Murkele pulau Seram) Maaf saya sedang membayangkan


Rebah di rumputan membayangkan busung lapar yang menari diatas perut anak
Sedang dihamparan mata, tikus dan babi hutan diam-diam berebut muka
tampil depan media sebagai dalangnya.

Bayang-bayang dua balita tambah satu lansia
Menghasilkan pekat kata-kata.. 
kamus besar bahasa mesti diperbaharui
Sebab akronim kata tuduh-menuduh bertambah ribu
Belum terhitung hujatan serta makian yang mengekor.

Orang pintar yang berteriak indonesia bebas busung lapar dan gizi buruk sepulangnya bapak presiden dari papua
 mesti menjilat kata-kata itu,
 menyimpanya tepat dibawah lidah untuk kembali mengeluarkannya lagi.

bayang-bayang kecil 175 jiwa
menciptakan paragraf yang laku dikoran dan media sosial
melahirkan kata-kata saling melempar tanggung jawab bagai muda-mudi romantis dengan segala cara mencipta kata menjadi pantun demi memikat satu dan yang lainnya..

175 jiwa duduk terpekur membayangkan bulan juli yang indah
Diatas tanah hampir jadi tambang.
malam dingin bulan juli menjelma tongkat sihir setelah beberapa lamanya menjadi cambuk.
lalu abrakadabra...
bulan juli yang indah munculkan kaleng-kaleng sarden dan bungkusan sarimi
dari mayat dua bocah satu lansia.
dan bayang-bayang mereka yang indah itu menjelma sekarung kata-kata
para pejabat serta calon pesuruh parpol.

ternyata membayangkan lebih cerewet dari menceritakan

                                    ( Farid Latif)





Jumat, 29 September 2017

di hutan kami


Di hutan kami
 suara-suara burung adalah kutipan pamali berpuluh-puluh tahun
Pamali yang terus didaur sebagai pusaka leluhur demi menjaga batas.batas
Guna..
Suara burung adalah pesan duka
Suara burung adalah pesan nikmat
Suara burung adalah pertanda cakrawala
Suara burung adalah kekayaan
Sebesar suara burung adalah sebesar harga diri adat
Sebanyak suara burung adalah sebanyak hutan nenek moyang
Maka berhentilah mengusik kicau burung dihutan adat dengan perusahaan tambang dan
Kayu atas nama modal pembangunan...
Suatu ketika kami pernah sendiri dihutan dengan luka dan duka karena dikejar hongi
Serta bedil belanda.
Tapi burung-burung itu bahkan tak beranjak dan terbang berteriak terusik.. mereka tahu
Suara mereka akan menjadi kode keberadaan kami..
 pernah kami temui  Satu hari yang sulit dihutan karena tersesat tak tahu arah jalan kemana pulang.. tapi suara.suara burung itu menjadi isyarat kemana arah dan tujuan.
Maka berhentilah mengusik kicau burung dihutan kami dengan omong kosong batas.batas
Hutan serta taman nasional. Kalau dikemudian hari akan menjadi lokasi tambang penambah devisa. Sebab hutan kami adalah jati diri dan terus menjadi pengingat cerita sakral nenek moyang lewat tembang kicau kakatua, kasturi, pombo, dan kasuari..
Suara burung adalah pesan duka
Suara burung adalah pesan nikmat
Suara burung adalah pertanda cakrawala
Suara burung adalah kekayaan
Maka jangan ganti meranti dengan kelapa sawit kalau hanya mengusik pencerita ulung kami tentang hutan dan ari-ari para tetuah.. dari kicau mereka kami akan tahu.. bahwa pada suatu hari yang sulit dimasa lalu.. bukan TV atau musik yang menjadi pengobat gundah serta rindu tetuah kami..
Maka jangan usik suara burung di hutan kami dengan konsesi basa basi yang kemudian berubah menjadi senajata mematikan penghalalan hutan adat kami menjadi lahan pemodal asing demi pembangunan kota, pejabat dan partai politiknya.
Karenaa pembangunan bagi kami adalah tentang kesejahteraan bukan kepuasan. Maka diatas kehormatan leluhur dan tanah budaya yang saban hari diberi cerita oleh kicau burung hutan yang masih bisa bernyanyi. kami telah bahagia.!

Sabtu, 02 September 2017

SISWA-SISWI MTSN 1 MALUKU TENGAH PUKAU PENONTON PANGGUNG MALAM IDUL ADHA 1438 H. DI TULEHU

Hujan sedang malu-malu basah ketika 5 siswa-siswi Madrasah
Tsanawiyah Negeri 1 Maluku tengah melantunkan puisi berjudul “Kalau Allah Tak Mencintai Hambanya”. Dihadapan penonton panggung malam Abda’u yang tumpah ruah melawan guyuran hujan yang kadang deras kemudian reda bergantian, Lita, Cahya, Zailani, Iklima dan Fahar menyuarakan prespektif mereka tentang Idul Adha dalam balutan syair I’Tiraf. Mula-mula Lita, Dara cilik cantik yang mewarisi darah Manado Ayahnya itu membuka penampilan dengan melantunkan bait pertama syair I’tiraf. Syair yang begitu populer dinyanyikan Haadad Alwi dan Sulis pada akhir tahu 90-an tersebut keluar dari bibir Lita dengan merdu, lirih dan membuat keramaian penonton yang tadinya riuh menjadi hening. Seolah suara lita mampu menyekap perhatian hadirin kepadanya. Bahkan tanpa disadari, sebagian penonton ada yang berteriak Siooo kasiangeee,, (“Sio kasiangee” merupakan ungkapan ekspresi, bahwa orang yang berkata sedang merasa atau menyaksikan sesuatu yang menyedihkan). Penampilan memukau Lita kemudian ditimpali dengan pembacaan puisi oleh Fahar. Penonton yang dibuat sendu oleh suara mempesona Lita dikejutkan penampilan Fahar yang maju menatap kertas berisi puisi kemudian melemparkan kertas tersebut, seakan iya ingin menyampaikan kepada seluruh hadirin bahwa kata-kata yang akan dibawakannya tidak perlu dibaca sebab iya sendiri pun menyadari dan telah meresapi tiap bait kata-kata tersebut dalam akal dan hatinya. Darah dan roh laut Maluku hadir dalam suara keras lantang dan berani Fahar. Lelaki kecil berwajah ombak dan berhati putih mutiara itu mengumandangkan Nama Allah dengan gagahnya, maka ditengah guyuran hujan malu-malu dan riuh penonton yang terpukau. Fahar membacakan syair:
BETAPA TERSIKSANYA SITI HAJAR
JIKA ALLAH TAK MEMBERI CINTA PADA KAKI ISMAIL KECIL
DENGAN MATA AIR ZAM-ZAM
MAKA MUNGKIN
LEBIH DARI 7 KALI ORANG-ORANG SA’I DARI SAFA KE MARWAH
MUNGKIN HADIAH HAJI ADALAH PASIR TANDUS DI ARAFAH
BUKAN AIR ZAM-ZAM PELEPAS DAHAGA

Fahar menuntaskan syair pertamanya dengan sukses diringi dengungan lagu I’tiraf dari keempat temannya. Tak sampai disitu. Keheningan yang dihadirkan oleh Lita dan ketakjuban penonton oleh kata-kata lantang Fahar kemudian dimanfaatkan oleh Cahya dengan bait ke2 Lagu I’tiraf. Penonton yang  hening semakin mendalam lagi keheningannya. Suara syahdu Cahya membawa kata-katanya seperti masuk menuju sanubari hingga tak sadar ada penonton menitikan air mata. Suara syahdu nan lirih Cahya lalu dibarengi pembacaan puisi oleh Iklima. Masih dalam judul yang sama dengan Fahar, Iklima kemudian maju menguasai panggung.
KALAU ALLAH TAK MENCINTAI HAMBANYA
KESEDIHAN AKAN MENJADI HARI-HARI DALAM KEHIDUPAN NABI IBRAHIM
BILA ALLAH TIDAK MENCINTAI NABI ISMAIL LALU TIDAK MENGGANTINYA
DENGAN DOMBA SEBAGAI KORBAN
MUNGKIN KINI SEBAGAI KEIMANAN KEPADA ALLAH
ORANG-ORANG HARUS RELA MENYEMBELIH ANAKNYA SENDIRI

Menjadi satu dengan apa yang ingin disampaikan Fahar. Iklima kembali menegaskan bagaimana sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail bukanlah sekedar kesabaran dari seorang Ayah yang mengorbankan anaknya atau kerelaan seorang anak dalam mematuhi perintah Ayah dan Tuhannya. Tapi Iklima dan kawan-kawan mengingatkan sesuatu yang lain dalam sejarah Ibrahim dan Ismail. Yakni tentang arti Cinta yang sempurna. Yaitu cinta dari yang mempunyai Cinta. Sebab kecintaan Allah jualah yang membuat Nabi Ismail kemudian tidak dijadikan sebagai korban melainkan hanya cobaan Allah sebagai pembuktian bahwa orang-orang yang dipilihNya sebagai nabi tak akan mengingkari tanggung jawab.
Iklima yang sukses dengan puisinya lalu disempurnakan oleh Zailani. Putra Hitam Manis berdarah Tulehu itu seperti berkata ini saya, ini kampung saya, dan malam ini adalah malam saya. Begitu percaya dirinya Zailani semakin memantapkan lirik I’tiraf yang iya bawakan. Teriakan kawan-kawan Zailani yang berdesakan dengan orang dewasa serta pagar pembatas panggung menggema memantapkan niatnya untuk menyelesaikan lantunan lagu I’Tiraf. Dan benar saja, lagu i’TIraf bait ketiga meluncur dengan penuh penghayatan dan kepercayaan diri menembus perasaan penonton yang kian hanyut oleh apa yang disaksikan mereka.  Penampilan kelima Siswa-siswi Madratsah Tsanawiyah Negeri 1 Maluku Tengah pada jumat malam di hari Raya Idul Adha/1438 Hijriyah kemudian diakhiri oleh lantunan surat Al-Baqarah: 286 dan terjemahan oleh Fahar dan Iklima serta nyanyian penutup oleh Zainal, Cahya serta Lita. (f*^a*^R*^0*^k)

Sabtu, 10 Oktober 2015

nabila julia sayang

ceritakanlah sejujurnya kepada Tuhan
kalau lima belas bulanmu di dunia hanya kabut asap.
jangan lupa. bilang padanya kau juga liat ibu dan ayahmu. kakakmu dan pembantumu yang semuanya berbentuk asap.
julia sayang...
jangan juga kau lupa sampaikan kepada Tuhan. 

katakan padanya bulan ini tenang-tenanglah dulu di syurga hingga musim penghujan selesai

Sabtu, 11 April 2015

BBM NAIK AKSES BANDARA DITUTUP MAHASISWA



tutup akses bandara. mahasiswa Unpatti ( 9 April 2015) doc. koboy kampus
Tak ingin terdiam melihat rakyat ditindas oleh janji tanpa bukti rezim Jokowi-Kalla, Mahasiswa Unpatti yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Unpatti Peduli Rakyat Indonesia menutup jalan akses dari dan menuju bandara. Alasan mereka melakukan aksi terkait kebijakan Pemerintah menaikan harga BBM, kenaikan harga BBM berdampak sistematik diberbagai sektor. Kontrol terhadap bahan pokok tidak dimaksimalkan sehingga masyarakat terbebani. Kebijakan yang diambil membuat polemik di masyarakat dan inkonstitusionalitas.
Pasal 33 ayat 3 UUD NRI 1945
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara dan di pergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat”
Berdasarkan amanat dari Pasal 33 ayat 3 UUD NRI 1945 seharusnya rakyat indonesia bisa menikmati bbm dengan harga yang terjangkau. Putusan Mahkama Konstitusi telah membatalkan pasal 28 ayat 2 UU Migas soal pelepasan harga minyak dan gas bumi yang mengikuti harga pasar, karena hal itu jelas melanggar hak asasi rakyat. Dan juga melanggar amanat dari pasal 33 ayat 3 UUD NRI 1945.
BBM masih memegang peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, masyarakat. Dampak yang ditimbulkan dari kenaikan BBM tidak hanya naiknya harga bahan bakar, tetapi juga harga-harga kebutuhan pokok, transportasi, dan sebagainya. Tentunya kenaikan ini akan semakin Memberatkan masyarakat khususnya masyarakat miskin.
Kiranya kebijakan pemrintah ini harus kita kritis bersama karena merupkan kebijakan yg sangat keliru sekali dan tidak Berlandaskan kepentingan rakyat.
 Saat aksi berjalan sempat terjadi baku hantam dengan aparat kepolisian hingga harus menurunkan tentara berseragam lengkap dengan senapan mesin, tak menyurutkan tujuan serta tuntutan para demonstran 9 april 2015 kemarin. Ditemui dalam rapat evaluasi aksi hari itu.  Muhamad Mandalis Sangadji dkk, menyampaikan kekesalannya terhadap kinerja aparat kepolisian yang bisa memberikan ijin balapan Motor didaerah kampus mereka namun mempersulit mereka untuk menyuarakan aspirasi masyarakat ( kita belum apa-apa sudah ditendang, dipaksa tidak menutup jalan untuk menyuarakan suara kesusahan rakyat bahkan sampai ditangkap paksa, sementara mereka memberikan ijin kepada panitia balapan untuk menutup jalan. Padahal ini depan kampus kami. Ujar Suhardin sebagai salah satu orator aksi). Demi merasakan hal yang sama sebagaimana masyarakat pada umumnya terkait kenaikan bahan bakar minyak para orator dan aktivis mahasiswa siang itu rela duduk di aspal jalan yang panas dengan terik matahari sebagai payungnya. Tak sekalipun surut meski harus kewalahan oleh ulah para penyusup yang coba memprovokasi. Aksi yang dilakukan kian bersemangat ketika Rektor Unpatti beserta pembantu rektor menyambangi lokasi kemudian menjanjikan untuk memfasilitasi pertemuan dengan petinggi pemerintah provinsi. Aksi aliansi mahasiswa untuk rakyat kemudian diakhiri dengan pembacaan tuntutan oleh kordinator antara lain.
1.      Presiden Republik Indonesia harus mencabut kebijakan terhadap kenaikan harga BBM.
2.      Mengontrol serta mensatabilkan harga bahan pokok, transportasi dan menekan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari keuntungan.
3.      Jika Presiden tidak secepatnya melaksanakan hal tersebut, maka kami rasa Presiden harus memundurkan diri.
4.      Pemerintah Provinsi Maluku bertindak cepat mengontrol dan mensatabilkan harga bahan pokok, taransportasi disemua kabupaten kota.

            Tidak hanya berhenti pada isu kenaikan BBM ( bahan bakar minyak ) dalam kesempatan aksi itu pun para aktifis mengungkap berbagai kebobrokan rezim Jokowi-kalla yang dinilai tidak becus mengemban tanggung jawab. Mulai dari meningkatnya angka kemiskinan, meningkatnya utang luar negeri, membuka ruang investasti secara besar-besaran baik dari segi infrastruktur, dan alam yang mengancam krisis sosial ekologi dan masih banyak lagi catatan hitam sepak terjang jokowi-kalla semenjak dilantik sebagai Presiden . Mereka juga mengatakan tidak akan berhenti sampai disini, aksi serupa akan berlanjut jika tuntunan kami tidak didengar besok, atau lusa.( coboy kampus.red)


Senin, 08 September 2014

MAPALA KEWANG UKIM OPEN RECRUITMENT

Tetap konsisten dengan masalah alam, Mapala Kewang Universitas Kristen Maluku berencana menambah anggotanya dengan mengadakan pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar IX ( PPD). Bagi mahasiswa Universtas Kristen Maluku yang tertarik dengan kegiatan alam bebas dan menyukai tantangan seperti Penelusuran Goa ( Caving ), panjat tebing ( Rock climbing ), jelajah gunung hutan ( Mountainering ) dapat mendaftarkan diri dengan mengambil formulir di sekretariat Mapala Kewang Ukim samping kantor Fakultas Teknik, pendaftaran dibuka dari tanggal 8 september hingga 27 September 2014.
Bukan saja  menjadikan anggotanya sebagai individu yang sadar akan alam dan isinya. Mapala kewang ukim menerima anggotanya sebagai keluarga tanpa terikat oleh batasan formalitas organisasi semata "kita menerima anggota sebagai keluarga, layaknya adik dan kakak mari kita saling mengisi dan berbuat demi perbaikakan alam. saya mengharapkan agar teman-teman mahasiswa Ukim dapat mengambil kesempatan ini sebagai langkah awal perubahan diri unuk menjadi pribadi yang sadar akan pentingnya menjaga alam dan isinya dalam suasana persaudaraan" ujar Ketua Mapala Kewang Ukim. Ricky Kwalomine dalam kesempatannya saat ditemui disekertariat. Pendidikan dan Pelatihan Dasar dilakukan dalam 3 tahap, calon anggota yang telah memenuhi persyaratan administrasi akan mengikuti tahap tes awal yakni tes fisik, tes pengetahuan umum dan wawancara. Tahap ke 2 calon anggota diwajibkan mengikuti materi kelas yang dari 3 hingga tanggal 6 oktober kemudian dilanjutkan dengan tahap ketiga yaitu aplikasi lapangan. peserta akan melakukan pendakian dan mengaplikasikan materi kepecintaalaman selama 4 hari. pendidikan lapangan berlangsung dari tanggal 20 sampai 25 oktober. bagi pendaftar bisa menghubungi  085243250955 nomor kontak Yossi, ketua panitia pendidikan dan pelatihan dasar IX Mapala Kewang Ukim.

Senin, 01 September 2014

Banjir Puisi Tenggelamkan Senja di Unpatti

Bagi mereka kampus bukanlah tentang datang, kuliah dan pulang, bagi mereka kampus bukanlah tentang menulis, membaca dan mengerjakan tugas kuliah. mereka berfikir lebih dari itu, begitulah yang diperlihatkan beberapa mahasiswa Universitas Pattimura bersama komunitas Merah Saga, saat suara-suara mereka bersatu bersama emosi dalam sajak-sajak yang mereka bawakan. mereka seolah ingin menyampaikan kepada teman-temannya untuk memandang kampus sebagai tempat kuliah dan berkarya. seperti teruntai lewat sajak revolusi yang dibacakan Khalid Bin Walid Pelu (anggota merah saga). kampus seharusnya dihidupkan dengan kreatifitas-kreatifitas para mahasiswanya. Dari kreatifitas itu diharapkan beberapa inisiatif dari permasalahan masyarakat atau setidaknya suara-suara masyarakat yang tak bisa menyuarakannya disuarakan dan bisa jadi dapat dipecahkan. adanya kelompok-kelompok mahasiswa yang memanfaatkan pojok-pojok kampus sebagai tempat berdiskusi perlu dibudayakan dari situlah pemikiran-pemikiran kritis serta pola pikir insan cendekia terasah. seperti senja 28 Agustus 2014 kemarin. para mahasiswa Unpatti yang tak mau terbawa oleh pola pikir bahwa kuliah hanya datng kuliah dan pulang memeriahkan kampus Universitas Pattimura dengan pembacaan puisi-puisi revolusi, puisi sosial dan diperindah dengan puisi-puisi cinta serta pengabdian terhadap bangsa. senja itu, ketika sebagian mahasiswa ingin cepat mengakhiri kuliah dan pulang, suasana senja itu menjadi hening oleh Monolog Pidato karya Putu Fajar Arcana yang dibawakan dengan lihai oleh Irsal Rabidin monolog yang mengisahkan masa kelam Indonesia  ketika ribuan rakyatnya gugur karena dipaksa mengaku sebagai PKI. setelah itu berturut-turut   Achmad Munir Wael, Kamal A.K. Abdul Muit Pelu, Ahmad Alwan, Chalid Bin Walid Pelu mengajak para mahasiswa yang berkumpul dipelataran auditorium kampus Unpatti Poka larut dalam kondisi sosial masyarakat negerinya lewat puisi-puisi penyair Rendra, Zawawi Imron dan Sutardji Calzoem Bachri.disela-sela puisi penuh emosi ada sajak-sajak tentang cinta, dan pengorbanan kepada negeri oleh Tirta Triana, Farid Latif, M. Yusuf Sangadji , Wulandari Kaliky , Yanto Ode, Andi K. Sanusi. Kemudian senja yang terlanjur banjir kata-kata itu ditenggelamkan oleh Sajak Sebatang Lisong oleh Fahmi Ramli Holle. maka tenggelamlah senja 28 Agustus 2014 itu dengan iringan puisi-puisi sarat makna dari mulut pemuda-pemuda terbaik negeri hingga diterkam malam.



.
filter: alpha(opacity=100); -moz-opacity: 1.0; opacity: 0.6; -khtml-opacity: 0.0; - See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-background-blog-sendiri.html#sthash.1OO2GH7H.dpuf